Basmi PBP, Gunakan Bumbung Bambu Konservatif

Minggu 31 May 2026 - 18:19 WIB
Reporter : Andika
Editor : Irwansyah

INDRALAYA, SUMATERAEKSPRES.ID  - Menekan peningkatan intensitas serangan OPT Penggerek Batang Padi (PBP) melaksanakan supervisi dan monitoring OPT di Kelompok Tani Subur Hijau Desa Tanjung Sejaro Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.  

Petugas LPHP, Imam memberikan arahan serta sosialisasi cara pembuatan bumbung bambu upaya pengendalian OPT PBP secara preemtif. "Salah satu cara pengendalian OPT Penggerek Batang Padi secara preemtif adalah dengan cara konservasi musuh alami," ujarnya. 

Caranya dengan menggunakan bumbung bambu yang salah satu sisinya dilubangi dan dimasukkan kelompok telur PBP. Lalu permukaan bambu diolesi oli/lem yang berguna. Agar larva PBP yang telah menetas dapat melekat pada permukaan bambu.

Setelah arahan dan sosialisasi tersebut dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan dan pemasangan bumbung bambu pada lokasi persemaian padi yang berusia 4-21 Hss dengan varietas Inpari 32 dan Indramayu. "Adanya kegiatan tersebut diharapkan intensitas serangan OPT PBP di Desa Tanjung Sejaro Kecamatan Indralaya dapat menurun pada musim tanam selanjutnya," harapnya. 

BACA JUGA:Dorong Produksi Padi, Tanam Pakai Drone

BACA JUGA:Tanam Padi di Lahan Cetak Sawah Baru

Metode bumbung bambu biasa disebut Bumbung Konservasi, cara ramah lingkungan untuk membasmi penggerek batang padi. Dengan mengurung kelompok telur ngengat agar menetas, sekaligus membiarkan musuh alami (parasitoid telur) keluar ke area persawahan. 

Cara pembuatan dimulai dengan memotong  bambu dengan panjang sekitar 30 - 40 cm. Pastikan ada sekat ruas di bagian tengahnya. Kemudian, buat celah atau lubang ventilasi di setiap ruang bambu agar udara masuk. 

Cari kelompok telur penggerek batang di daun padi, potong daun yang ada telurnya, lalu masukkan ke dalam bambu tersebut. Olesi bagian luar bambu atau buat wadah kecil berisi oli/paselin di dekat celah agar larva penggerek yang menetas tidak bisa keluar dan mati.

Lubang ventilasi yang kecil berfungsi menahan ngengat hama agar tetap di dalam, tetapi membiarkan musuh alami (parasitoid Trichogramma sp.) yang berukuran lebih kecil terbang keluar dan membasmi hama lain. Bumbung ditancapkan atau gantungkan di pinggir sawah atau di tengah lahan menggunakan ajir bambu. 

BACA JUGA: Hasil Panen Lebih Banyak, Tanam Padi Jajar Legowo

BACA JUGA:Keong Mas Mengganggu Tanaman Padi, Ini Cara Efektif yang Bisa Dilakukan

Pastikan posisinya tidak terendam air dan aman dari gangguan. "Petani hanya perlu rajin mengamati persemaian padi, mencari kelompok telur hama sundep, kemudian memasukkannya ke dalam bumbung. Jika telur tersebut menetas menjadi ulat sundep, maka ulat akan terjebak oleh oli di dasar bumbung.

Namun jika telur tersebut berisi parasitoid, maka parasitoid akan terbang keluar melalui lubang dan terus menjalankan perannya dalam pengendalian hayati," pungkasnya. 

Kategori :