Namun, pengalaman bermain di fase knockout membuat mereka tetap disiplin dalam menjaga shape. Masuknya Kylian Mbappé memberi dimensi baru dalam serangan balik Madrid.
Meski tak mencetak gol, pergerakannya membuka ruang dan menciptakan ancaman konstan di lini belakang City. Gol penentu akhirnya datang di masa injury time.
Vinicius kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat pergerakan tanpa bola yang cerdas, memanfaatkan through pass akurat dari lini tengah.
Finishing dinginnya memastikan kemenangan Madrid. "Kami tahu ini laga sulit, tapi kami pantas lolos," ujar pelatih Álvaro Arbeloa.
BACA JUGA:Manchester City vs Newcastle United: City Bidik Final Wembley di Leg Kedua Piala Liga
BACA JUGA:Tuah Vinicius Jadi Penentu Kemenangan 2-1 Real Madrid vs Benfica
Secara keseluruhan, ini adalah kemenangan taktis dan mental bagi Real Madrid. Meski tidak dominan secara permainan, efektivitas, pengalaman, dan performa dua kiper menjadi pembeda.
Dengan kemenangan ini, Madrid melaju ke perempat final Liga Champions, menegaskan status mereka sebagai raja Eropa sejati. (vis/)