MADRID - Karier Alex Marquez di ajang MotoGP ternyata tidak selalu berjalan mulus seperti yang terlihat sekarang. Sebelum menjadi salah satu pembalap papan atas bersama Gresini Racing, adik dari Marc Marquez ini sempat mengalami krisis kepercayaan diri yang hampir membuatnya meninggalkan paddock kelas premier.
Setelah merebut gelar juara dunia Moto2 pada 2019, Alex langsung naik ke kelas utama bersama tim pabrikan Honda. Namun adaptasinya di motor RC213V tidak berjalan sesuai harapan. Tekanan tinggi di garasi tim pabrikan membuatnya hanya bertahan satu musim sebelum akhirnya dipindahkan ke tim satelit LCR Honda.
Bersama LCR, performanya masih belum stabil. Alex kerap berjuang di tengah persaingan ketat grid MotoGP dan sering bertarung di luar zona poin.
Dalam dua musim tersebut ia finis di posisi ke-16 dan ke-17 klasemen, bahkan mencatatkan sejumlah crash dan DNF yang membuat reputasinya sebagai rider yang rentan terjatuh mulai melekat. Situasi itu membuat masa depannya di MotoGP benar-benar berada di ujung tanduk.
BACA JUGA:Mencari Penakluk Tercepat Trek Goiânia MotoGP Brasil 2026
BACA JUGA:Ducati Panigale V4, Ketika Teknologi MotoGP Menjelma di Jalan Raya
Saat kontraknya dengan Honda berakhir, Alex bahkan sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan paddock sepenuhnya. Tawaran dari Gresini akhirnya menjadi titik balik yang mengubah arah kariernya.
"Itu momen tersulit dalam karier saya. Sebagian diri saya berkata saya tidak mampu, tapi bagian lain ingin terus mencoba," ujar Alex mengenang masa sulit tersebut, melansir laman MotoGP News, Minggu (15/3).
Ia akhirnya memutuskan memberi dirinya satu kesempatan terakhir dengan motor kompetitif berbasis mesin Ducati.
Keputusan itu terbukti tepat. Pada musim 2023, Alex langsung tampil mengejutkan dengan meraih podium pertamanya hanya pada balapan kedua bersama Gresini.
Ia juga menunjukkan kecepatan luar biasa di format Sprint Race dengan kemenangan di Silverstone dan Sepang, menandakan bahwa ia sudah menemukan ritme balap terbaiknya. Momentum itu berlanjut hingga musim 2025 ketika Alex tampil konsisten di barisan depan dan bahkan menjadi runner-up kejuaraan dunia.
BACA JUGA:Marquez Bidik Juara MotoGP Brasil Usai Kehilangan Banyak Poin di Thailand
BACA JUGA:MotoGP 2026 Dimulai, Marquez Langsung Bidik Kemenangan
Prestasi tersebut membuatnya keluar dari bayang-bayang sang kakak, Marc Marquez, sekaligus membuktikan bahwa ia memang pantas berada di grid MotoGP. Meski sudah meraih gelar dunia di Moto3 dan Moto2, Alex masih memiliki ambisi besar untuk melengkapi koleksinya dengan titel MotoGP.
"Di atas kertas mungkin bisa, tapi semuanya ditentukan di lintasan," katanya singkat, menegaskan bahwa setiap balapan, setiap lap, dan setiap duel di tikungan masih menjadi penentu nasibnya di kelas para raja balap motor dunia.