Manfaatkan Pekarangan, Tanam Kelengkeng

Rabu 11 Mar 2026 - 21:04 WIB
Reporter : Srimulat
Editor : Dede Sumeks

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID -Agar memberikan hasil, Rahayu, warga Jalan Urip Sumoharjo memanfaatkan pekarangannya dengan menanam tanaman buah-buahan.

Di halaman rumahnya banyak beragam tanaman buah, seperti kelengkeng, rambutan, sawo dan tanaman lainnya.

BACA JUGA:DKPP Palembang Targetkan 500 Bibit Kelengkeng untuk Program Palembang Menanam

BACA JUGA:Kelengkeng, Si Manis Tropis yang Menjaga Alam dan Mengisi Kantong Warga

Tak hanya tanaman buah-buahan, Rahayu juga menanam tanaman hias. Hanya saja, ibu satu anak ini lebih memilih tanaman buah-buahan.

Di halaman depan, pensiunan guru ini menanam tanaman buah-buahan. Sedangkan di halaman belakang, dia memilih tanaman sayur mayur, seperti terong, kisik dan pare. “Alhamdulillah, untuk terong dan pare sudah panen beberapa pekan lalu,” ujarnya.

Kini, Rahayu bersiap memanfaatkan lahan pekarangannya untuk kembali menanam tanaman sayur mayur. “Ini sudah kita siapkan pupuk untuk menanam tanaman berikutnya,” ujarnya.

Dikatakannya, dirinya memang menyukai bercocok tanam. Kebetulan, sang suami pun mendukung hobi sang istri.

“Saya kan sudah pensiun dari profesi sebagai guru. Menanam ini saya lakukan untuk mengisi waktu luang sekaligus berolahraga,” katanya.

Untuk tanaman buah kelengkeng, lanjutnya, dia memilih tanaman kelengkeng jenis mata lada. Bibit tanaman kelengkeng ini dibelinya di pusat pembibitan tanaman yang ada di Jakabaring.

“Alhamdulillah, bibitnya bagus. Hanya dalam waktu sekitar dua tahun, kelengkeng sudah berbuah,” katanya.

Tak hanya itu, tanaman kelengkeng ini tidak terlalu tinggi. Hanya setinggi 1,5 hingga 2 meter.

Jadi saat panen tak perlu tangga atau gala, tinggal memetik saja. Buahnya pun cukup lebat. “Rasanya manis, bijinya pun kecil,” ujarnya.

Buah kelengkeng hasil panen ini, lanjutnya, untuk konsumsi keluarga. “Buahnya hanya cukup untuk konsumsi pribadi,” ujarnya.

Hanya saja, untuk menghindari serangan kalong di malam hari, Rahayu memasang jaring pada buah. “Jika tak diamankan, kalong akan memakan buah kelengkeng dan hanya meninggalkan biji serta kulit,” katanya.

Kategori :