PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Permintaan kendaraan niaga ringan Isuzu Traga di wilayah Sumsel mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
Meningkatnya kebutuhan armada distribusi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis(MBG). Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong penjualan kendaraan tersebut.
BACA JUGA:Isuzu MU-X: Irit Bahan Bakar, Tangguh di Segala Medan, Sahabat Setia Keluarga dan Pekerja Lapangan
BACA JUGA:Isuzu 9-Seater 2026: MPV Diesel 9 Penumpang yang Mengincar Efisiensi dan Ketahanan Jangka Panjang
Area Manager Isuzu Simbagsel, Dwi Arief Ridho mengakui, kendaraan produksi Isuzu satu ini penjualannya meningkat seiring dengan program MBG karena dinilai sangat cocok digunakan untuk kegiatan distribusi logistik.
Khususnya pengiriman bahan makanan dan perlengkapan dapur yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Ia mengatakan, sejak program MBG mulai berjalan di sejumlah daerah, pihaknya melihat adanya peningkatan permintaan kendaraan niaga, terutama Isuzu Traga.
Kendaraan ini banyak dipilih oleh mitra distribusi karena memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung kegiatan operasional di lapangan.
“Program MBG secara tidak langsung ikut mendorong peningkatan penjualan kendaraan niaga, khususnya Isuzu Traga.
Banyak mitra distribusi membutuhkan kendaraan dengan kapasitas angkut besar untuk mendukung pengiriman bahan makanan secara rutin ke berbagai titik,” ujar Dwi.
Dia mengungkapkan, keunggulan utama Isuzu Traga adalah ukuran bak yang lebih lebar dibandingkan kendaraan di kelasnya.
Dengan dimensi bak yang luas, kendaraan ini mampu mengangkut lebih banyak barang dalam satu kali perjalanan.
“Hal tersebut tentu membuat proses distribusi menjadi lebih efisien, terutama untuk pengiriman bahan pangan dalam jumlah besar,” bebernya.
Selain bak yang lebar, kata dia, Isuzu Traga juga dikenal memiliki mesin diesel yang tangguh serta hemat bahan bakar.
Mesin tersebut dirancang untuk kebutuhan kendaraan niaga yang digunakan setiap hari dengan jarak tempuh yang cukup tinggi.