Membudayakan Istighfar
Oleh: Prof Dr H Duski Ibrahim MAg , Guru besar UIN Raden Fatah Palembang -FOTO: IST-
SUMATERAEKSPRES.ID - ISTIGHFAR berarti meminta atau memohon ampun kepada Allah SWT dari segala dosa dan kesalahan. Baik disengaja atau tidak disengaja, baik dosa kecil maupun dosa besar, baik dosa zahir maupun dosa batin.
Setiap manusia pasti pernah melakukan kejahatan dan kezaliman, disebabkan kesalahan atau kelalaian, sehingga ia berdosa. Oleh karena itu, manusia sering disebut sebagai tempat kesalahan dan kelalaian.
Dalam ungkapan Arab disebutkan: “al-insan mahall al-khatha` wa an-nisyan.” Artinya: “Manusia itu adalah tempat salah dan kelalaian.” Manusia disebut al-insan, karena ia memiliki sifat pelupa, lupa dengan Tuhan, lupa beribadah dan lupa berbuat baik kepada tetangga atau sesama manusia. Selain pelupa, manusia juga memiliki hati yang sering terobang-ambing, tidak mantap, terkadang cenderung kepada perbuatan baik, dan terkadang ingin berbuat jahat.
Dalam sebuah sy’ir Arab dikatakan: “Ma summiya al-insan illa li nasihi wa la al-qalb illa annah yataqallabu.” Artinya: “Tidaklah dinamakan manusia, kecuali karena ia sering lupa, dan tidaklah dinamakan hati, kecuali karena ia bolak-balik antara berbuat baik dan berbuat jahat.”
BACA JUGA:Mengapa Istighfar Penting Bagi Setiap Muslim?
BACA JUGA:Istighfar Nabi Adam AS Usai Makan Buah Khuldi, Yuk Amalkan!
Dalam sebuah hadis dinyatakan: “Ketahuilah, bahwa di dalam tubuh manusia itub terdapat segumpal darah, jika ia baik maka baiklah pula seluruh tubuh; dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah tersebut adalah hati.”
"Kita seringkali melakukan kesalahan dan kelalaian yang menyebabkan banyak memikul dosa". Nabi pernah mengatakan, bahwa setiap manusia pernah melakukan kesalahahan, tetapi sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan tersebut adalah orang yang senantiasa bertaubat. Sebab itu, kita harus banyak istighfar, memohon ampun kepada Allah SWT, bertaubat kepada-Nya atas segala kesalahan dan dosa yang telah kita lakukan, Dengan kasih sayang Allah SWT, mudah-mudahan kita diberi kesempatan untuk rajin beristighfar dan betaubat.
Banyak ayat Alquran yang memerintahkan dan menganjurkan kita untuk ber-istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT.
Allah SWT mengatakan bahwa orang yang berbuat kejahatan dan kezaliman atau menganiaya diri sendiri, kalau ia memohon ampun, maka akan diberi ampunan.
Dalam Alquran surat an-Nisa ayat 110 Allah berfirman, yang artinya: “Dan siapa saja yang berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah SWT, niscaya dia akan mendapatkan (ampunan) Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
BACA JUGA:Pentingnya Mengucap Istighfar Setiap Saat, Apa Saja Faedah Didalamnya?
BACA JUGA:BRI Group Salurkan 100.000 Paket Sembako untuk Perkuat Ketahanan Sosial di Ramadan 2025
Kemudian dalam Alquran surat an-Nashr ayat 3 disebutkan, yang artinya: “Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan beristighfarlah (meminta ampunlah). Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat.”
